WORLD CULTURE FORUM 2013 DI BALI Bisniswisata.co
   
Senin, 28 Juli 2014 21:22 WIB
Berita Perjalanan Transportasi Akomodasi Kuliner Industri Kreatif Event Index
 
Rabu, 23 Juli 2014
24 Agustus, Jelajah Wisata Lereng Merapi
Rabu, 23 Juli 2014
RCJM berbagi bingkisan Lebaran untuk dhuafa dan anak yatim
Jumat, 18 Juli 2014
Pameran Kanvas Karya Mahendra Mangku
Home Event

Selasa, 22 October 2013 - 10:50
Oleh: Endy Poerwanto


World Culture Forum 2013 di Bali


Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Prof. Wiendu Nuryanti, Ph.D
   

JAKARTA, bisniswisata.co: Indonesia kembali menjadi tuan rumah ajang pertemuan berskala internasional. Kali ini Indonesia akan menjamu dunia dalam acara World Culture Forum (WCF), sebuah forum kebudayaan internasional yang akan menghadirkan para petinggi dunia serta pemerhati kebudayaan dari berbagai negara.

WCF 2013 rencananya akan dibuka Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Presiden India, Presiden Yunani, dan Perdana Menteri Spanyol. Forum budaya bertema The Power of Culture in Development ini akan dihadiri sepuluh menteri kebudayaan di penjuru dunia, yang berlangsung pada 24-27 November 2013 di Bali.

"Hadir juga lembaga swadaya masyarakat internasional yang bergerak di bidang kebudayaan, serta para pemerhati kebudayaan dari Indonesia dan negara lain," papar Wakil Mendikbud bidang Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti di Jakarta, kemarin.

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005 silam telah memprakarsai pendirian WCF ini. Tahun ini penyelenggaraan WCF kembali dibahas dalam diskusi antara Presiden SBY dengan Sekjen PBB Ban Ki Moon dalam Sidang Umum PBB pada 12 Juni 2013 lalu.

Pada diskusi, Ban Ki Moon menegaskan makna kebudayaan dalam pembangunan. Presiden SBY pun menyatakan komitmennya untuk menggali secara mendalam soal kebudayaan dalam pembangunan pada Agenda Pembangunan Pasca Millennium 2015.

WCF 2013 akan diisi dengan enam simposium internasional yang akan berlangsung secara paralel. Masing-masing simposium akan menghadirkan enam pembicara dari berbagai negara. Adapun tema keenam simposium tersebut adalah Holistic Approaches to Culture in Development; Civil Society and Cultural Democracy; Creativity and Cultural Economics; Culture in Environment Sustainability; Sustainability Urban Development; dan Inter-faith Dialogue and Community Building.

Wiendu menambahkan, festival film kebudayaan dari berbagai negara juga akan meramaikan penyelenggaraan WCF 2013. Film-film tersebut akan diputar terus menerus di bioskop di Bali mulai 24 sampai 28 November 2013, dengan dikoordinir tokoh perfilman Slamet Raharjo. Selain itu, akan diadakan juga World Ethnic Music Festival, yang akan melahirkan Deklarasi Musik Etnis Dunia.

Beberapa tokoh kebudayaan dan seniman turut dilibatkan dalam penyelenggaraan WCF 2013 di bawah pimpinan Prof. Azyumardi Azra sebagai Ketua Dewan Pengarah. WCF 2013, tutur Wiendu, merupakan inisiatif pemerintah Indonesia sepenuhnya. "Dengan berperan aktif dalam menyusun agenda kebudayaan dunia, indonesia bisa menjadi referensi penting," ujar Wiendu.

Dia berharap, WCF dapat menghasilkan deklarasi "The Bali Promise". Penyelenggaraan WCF di Bali direncanakan menjadi forum internasional berkala untuk membahas kebudayaan dengan segala relevansinya, seperti halnya dengan World Economic Forum di Davos, Swiss, dan World Environment Forum di Rio de Janeiro, Brazil. (marcapada@yahoo.com)




 
  Dibaca: 514  
 
 
TERKINI
Minggu, 27 July 2014 - 09:31
Puncak mudik, perhatikan kebersihan toilet umum
Selengkapnya
Jumat, 25 July 2014 - 20:54
Mudik Lebaran, wisata syariah yang gerakkan perekonomian nasional
Selengkapnya
Jumat, 25 July 2014 - 16:41
Menparekraf lantik pejabat dan sambut Perpres No: 64
Selengkapnya
Kamis, 24 July 2014 - 15:35
Libur Lebaran, Bali Safari & Marine Park Tawarkan Night Safari
Selengkapnya
Kamis, 24 July 2014 - 14:18
Pilot Garuda Indonesia Tolak Tes Urine
Selengkapnya